Wisata ke Geopark Ciletuh Butuh S.O.P Keamanan/Keselamatan di Destinasi

26

Agen-agen perjalanan di Belanda, Jerman sudah mengetahui perihal geopark di Ciletuh ini sejak tiga tahun lalu. Tapi mereka masih memperhatikan perkembangan di destinasi,  utamanya terkait aspek prosedur keselamatan dan keamanan perjalanan serta fasilitas pendukungnya. Jadi mereka belum berani menjual paket wisatanya. Jelang ITB Berlin 2018 ada satu agen perjalanan dari Jerman yang menyatakan tertarik dan akan mengirimkan kliennya ke Ciletuh Geopark.

Dari industri pariwisata Jawa Barat, asosiasi agen perjalanan (ASITA) dan badan promosi pariwisata mendorong agar fasilitas kesehatan di kawasan geopark ditingkatkan. Di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di zona inti kawasan perlu dipastikan tersedia dokter jaga dan ruang rawat inap. Saat ini, fasilitas dan dokter jaga tersedia di Ujung Genteng yang aksesnya 1 jam perjalanan dari zona inti geopark.

“Obyek wisata alam, obyek wisata petualangan yang menawarkan kegiatan-kegiatan di luar ruang seperti di geopark tetap mempunyai risiko tinggi. Akses ke Ciletuh Geopark memang terlihat soft tapi kegiatannya mengandung risiko bahaya yang tinggi,” tambah Daniel Nugraha, Direktur Exotic Java Trails Tours & Travel. Ini adalah operator tur berbasis di Bandung yang mempunyai produk-produk wisata alam dan petualangan, di antaranya Geological Tour.

Guna mengakomodasi wisatawan pada umumnya, paket wisata ke Palabuhanratu-Ciletuh Geopark dibuat dalam paket perjalanan leisure. Paketnya tidak hanya melihat keindahan taman bumi (geopark) di kawasan Teluk Palabuhanratu, Sukabumi yang telah ditetapkan oleh UNESCO tahun ini, tetapi memadukan beberapa aktivitas seperti mengunjungi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), berarung jeram di Sungai Citarik, ke desa adat hingga melihat konservasi penyu dan pelepasan tukik di Ujung Genteng yang telah direkomendasikan oleh Lonely Planet sejak tahun 1980-an.

“Paket wisata ke geopark akan sulit dipasarkan apabila dibuat tunggal. Saya membuatnya dalam paket wisata leisure yang menggandeng daya tarik-daya tarik di sekitarnya. Daya tarik di sekitarnya itu telah lebih dulu dikenal oleh wisatawan mancanegara (wisman) seperti ke TNGHS untuk melihat elang jawa, kalau beruntung masih bisa melihat harimau jawa, dan penangkaran penyu di Ujung Genteng. Sebelum ada Google dan akses jalan raya seperti sekarang, Lonely Planet telah merekomendasikan Ujung Genteng sebagai tempat melihat konservasi penyu sejak 1980-an. Jadi banyak wisman bersusah payah datang ke sana melalui Sukabumi,” ujar Daniel Nugraha,

Palabuhanratu-Ciletuh Geopark punya dua akses yakni dari Palabuhanratu dan dari Ciemas Panenjoan. Keberadaan akses dari Palabuhanratu seiring dengan beroperasinya jalur pantai selatan jawa (pansela) yang baru selesai dibangun. Jalan raya ini bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua, namun tidak disarankan untuk kendaraan jenis bis karena tanjakan-tanjakan dengan kemiringan hampir 80 derajat. Sedangkan akses dari Ciemas Panenjoan masih terbatas.

Ciletuh-Palabuhanratu Geopark.(Foto:YD)

Ciletuh-Palabuhanratu Geopark.(Foto:YD)

Di zona inti Palabuhanratu-Ciletuh Geopark telah berdiri homestay milik masyarakat dan penginapan-penginapan kecil. Untuk kenyamanan tamu terutama tamu-tamu asing, paket wisata yang dirancang tinggal di akomodasi di Palabuhanratu atau di Ujung Genteng yang relatif lebih siap.*** (Yun Damayanti)

LEAVE A REPLY