UMKM Penghasilan Rp 1,5 JT Jadi Rp 30 Jt setelah di KEK Mandalika, Lombok

35

Usaha mikro, kecil dan menengah yang dijalankan oleh masyarakat lokal di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan diberdayakan dengan menempatkannya langsung di dalam kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika juga melalui pengembangan destinasi digital seperti yang sudah berjalan di Pasar Pancingan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku BUMN yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bisa menjadi sentral koordinasi yang bertujuan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal itu disampaikan oleh Menpar saat melakukan kunjungan kerja untuk meninjau perkembangan pembangunan di KEK Mandalika, Lombok, salah satu dari 10 Destinasi Prioritas, Jumat (06/07).

Pada kesempatan tersebut, Menpar meninjau kios-kios UMKM di Mandalika yang nantinya akan diberi nama The Bazaar Mandalika. Di sana akan menjadi sentra penjualan berbagai produk UMKM masyarakat lokal. Menpar juga berkomitmen untuk memfasilitasi para pedagang lokal mendapatkan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus pariwisata dari sejumlah bank BUMN.

Dari sana Menpar mengunjungi Pasar Pancingan. Pasar ini merupakan Destinasi Digital pertama. Pasar yang berada di Desa Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah, itu telah berlangsung 26 kali. Keberadaannya telah terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Menpar Arief Yahya didampingi ITDC Mandalika mengunjungi perkembangan pembangunan The Bazaar Mandalika,sentra UMKM di kawasan ekonomi khusus pariwisata di Lombok,NTB.(Foto:Humas Kemenpar)

Menpar Arief Yahya didampingi ITDC Mandalika mengunjungi perkembangan pembangunan The Bazaar Mandalika,sentra UMKM di kawasan ekonomi khusus pariwisata di Lombok,NTB.(Foto:Humas Kemenpar)

“Ibu Hj. Zaenab dari Desa Bilebante, pengusaha makanan lokal sekaligus mentor pedagang kuliner di Pasar Pancingan ialah contoh peningkatan kesejahteraan yang digerakkan oleh sektor pariwisata. Sebelum pariwisata berkembang pesat, penghasilan Ibu Hj. Zaenab hanya Rp 1,5 juta per bulan. Sekarang, setelah berkembang pesat, penghasilannya menjadi Rp 30 juta per bulan,” ujar Menpar Arief.

Dalam Dialog Nasional Indonesia Maju ke-15 yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu (07/07), Menpar menerangkan, NTB dikunjungi 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2015 dan meningkat menjadi 1,4 juta wisman pada tahun 2016. Pendapatan dari kunjungan wisman pada tahun 2015 sebesar Rp 15,7 triliun, dan pada tahun 2016 pendapatannya mencapai Rp 20,8 triliun. Wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung juga meningkat signifikan, dari 1,1 juta orang pada tahun 2015 menjadi 1,7 juta orang pada tahun 2016.

Dalam forum Dialog Nasional itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengingatkan peran mahasiswa dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Dialog Nasional tersebut diikuti oleh 2.025 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lombok.****

LEAVE A REPLY