Lebih 100 Jt Penumpang Penerbangan DN Thn 2018 ini; Kemampuan Kita Nambah…

31

Penerbangan nasional pada rute domestik saja tahun 2017 di Indonesia mengangkut 96.890.664 penumpang, bandingkanlah di tahun 2016 jumlahnya 89.358.457, tumbuh 8,4%. Dari data yang disiarkan oleh Kemenhub belum lama ini, dapatlah dipastikan akan lebih 100 juta jumlah penumpang penerbangan di dalam negeri tahun 2018. Dari perspektif ini tentu yang tercermin adalah terjadinya terus peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat, bersamaan itu, angkutan udara atau sektor penerbangan memperlihatkan perannya yang strategis yaitu tentu ikut mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.

Ledakan penumpang di wilayah Asia Pasifik pertumbuhannya pun dilaporkan paling progresif yaitu mencapai angka rata rata 9% per tahun.

Tetapi kalangan penerbangan nasional kita sejak tahun 2017 menghadapi semacam dilemma. Jumlah penumpang seakan tak terbendung pertumbuhannya, namun umumnya operator merasakan perlu menaikkan harga. Diungkapkan bahwa secara komersial operator penerbangan nasional menghadapi tekanan ekonomi antara lain dari dollar yang melemah dan harga avtur yang menaik.  Maka mereka pun meminta persetujuan dari pemerintah atau Kementerian Perhubungan agar menaikkan tariff batas bawah.

Lihatlah pertumbuhan jumlah penumpang yang diangkut oleh penerbangan nasional berjadwal pada rute dalam negeri seperti ini:

itn-jumlah-penumpang-penerbangan-dalam-negeri-2017

Jumlah penumpang maskapai nasional dan pangsa pasar di rute penerbangan domestik tahun 2017 terlihat seperti ini:

itn-jumlah-penumpang-n-pangsa-pasar-penerbangan-dalam-negeri

Jumlah penumpang  dan pangsa pasar pada penerbangan rute internasional maskapai  nasional tahun 2017, begini:

itn-jumlah-penumpang-n-pangsa-pasar-penerbangan-nasional-luar-negeri

Sekarang lihatlah 10 besar jumlah penumpang dan pangsa pasar maskapai asing di Indonesia tahun 2017 pada rute internasional:

itn-jumlah-pwnumpang-operator-asing-penerbangan-luar-negeri-2017

LCC

Sebuah laporan di media-media luar negeri baru-baru ini menyebutkan bahwa AirAsia X dinyatakan sebagai maskapai termurah di dunia untuk tiket kelas ekonomi berdasarkan harga per kilometer dalam dolar AS. Menurut survei, penerbangan internasional maskapai penerbangan itu biayanya US $ 0,07 per kilometer – lebih murah daripada mengemudi.

Menyusul maskapai-maskapai peringkat harga termurah adalah operator Air India Express, Indonesia AirAsia, Primera Air (Islandia), IndiGo da nada juga AirAsia Filipina. Jadi, merek AirAsia mendominasi 20 teratas.

Laporan tersebut mengungkapkan gejala harga penerbangan mengarah ke atas, sebagian besar karena peningkatan biaya bahan bakar, harga-harga di penerbangan kian menaik.

Di bandara-bandara terbesar di Indonesia yakni Jakarta dan Denpasar Bali, pergerakan pesawat sudah demikian padat sehingga kesulitan juga sedang dihadapi dalam melayani dan mengatur slot time penerbangan.***

LEAVE A REPLY