Semakin Mendesak? Hotel, Resto, Besar dan Kecil, “Kudu” Menjual via Online ke Eropa!

68
Resto "kecil" di pantai Gili Trawangan ini memajang plakat tanda keanggotaannya di TripAdvisr, sekaligus tanda rekomendasi.  TripAdvisor salah satu mesin internet untuk booking ke penjuru dunia.(Foto:AH)

Resto “kecil” di pantai Gili Trawangan ini memajang plakat tanda keanggotaannya di TripAdvisor, sekaligus tanda rekomendasi. TripAdvisor salah satu mesin internet untuk booking ke penjuru dunia.(Foto:AH)

Menjual produk hotel anda, atau mungkin apa saja, ke Eropa kini “kudu” via online, utamanya airlines dan bisnis akomodasi. Saat ini terutama pasar Belanda. Melihat gejalanya, untuk ini tak dibedakan  apakah hotel besar maupun hotel kecil, kafe besar atau pun keci. Wisatawan paling banyak memesan kamar hotel via online di tahun 2014 adalah Belanda yang sudah mencapai 68,7%. Pembelian tiket pesawat via online terbanyak kedua dilakukan juga oleh Belanda, 81%. Wisatawan Finlandia tertinggi, 90% pesanan tiket penerbangan dan 90% juga untuk pesanan akomodasi.

Secara keseluruhan di Uni Eropa pada tahun 2014 itu  67% tiket penerbangan dibeli via online, dan 55% pesanan kamar hotel. Terdeteksi 74% pelaku bisnis akomodasi di Eropa menjual melalui online. Padahal sektor bisnis lainnya rata-rata hanya 17% yang menjual melalui online.

Eurostat, kantor statistik Uni Eropa menyiarkan statistik tahun 2014 itu minggu lalu.

Bagi pelaku bisnis wisata semacam ini, titik awal untuk melaksanakan e-bisnis tentu saja dengan menyediakan website. Pada 2015, 95 persen dari semua organisasi di sektor akomodasi di Uni Eropa memiliki masing-masing situs web. Akibatnya, 63 persen dari perusahaan yang beroperasi di akomodasi menerima pesanan secara online. Di sisi lain, rata-rata pesanan online yang diterima oleh semua perusahaan di luar akomodasi, memang baru mencapai 19 persen.***

LEAVE A REPLY