Menjual “Jelajah Tanahumba”, Di Pulau Sumba itu Terdengar Serba Etnik Banget, Jadi Impian…

11

Bertemu Adi Gerimu memang di Bandung, kemarin.  “Jelajah Tanahumba”, nama event yang diciptakannya, kembali memanggil para petualang maupun wisatawan pencari destinasi less traveled ke Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur. Pada tahun ketiga penyelenggaraannya di 2018 ini, , event ini akan digelar pada 10-15 Juli 2018. Perjalanan selama 6 hari, akan menjelajahi empat kabupaten di pulau ini, dimulai dari Kabupaten Sumba Timur dan berakhir di Kabupaten Sumba Barat Daya. Peserta dari dalam dan luar negeri bisa memilih satu dari empat kategori perjalanan.

Jelajah Tanahumba adalah suatu event perjalanan mendalam yang fokus pada Pulau Sumba. Event perjalanan ini dibagi ke dalam tiga kelompok/kategori yaitu Culture (Budaya), Photography (Fotografi), dan Trekking/Adventure (Petualangan). Dari pengalaman sebelumnya, ada peserta yang membawa anak-anaknya karena waktu penyelenggaraan masih dalam masa liburan sekolah. Maka pihak penyelenggara pun siap dengan tambahan kelompok perjalanan Family (keluarga).

Humba, begitulah masyarakat lokal menyebut Sumba. Dalam perjalanan itu nanti peserta akan mengunjungi di antaranya Wairiding, Watuparunu, Purukambera, Laputi, Tanggedu, Walakiri, Karera, Matayangu, Praijing, Lapopu, Bwanna, Ratenggaro, dan Waikuri. Kedengaran etnik banget, ya? Tidak hanya menonton parade kuda sandlewood di Parade 1001 Kuda Sandlewood, peserta pun bisa mencoba menunggangi kuda khas Sumba bersama warga lokal, menonton pacuan kuda di pantai, trekking di padang-padang savana menuju puncak bukit menjelang senja ataupun mencapai air terjun. Hingga tinggal bersama warga lokal di kampung-kampung, tidur di dalam tenda di padang savana, dan menyaksikan upacara adat yang berangkat dari kepercayaan Marapu, kepercayaan asli dan masih banyak dianut oleh masyarakat lokal.

(E-Poster:Adventure Festival/Way 2 East)

(E-Poster:Adventure Festival/Way 2 East)

Lihatlah bagaimana mama-mama mengikat benang-benang dari kapas untuk membuat motif sebelum mewarnainya. Kemudian setelah kering benang-benang itu ditenun di alat tenun bukan mesin. Sumber-sumber pewarna alam tumbuh subur di sekitar rumah warga dan betapa pewarna alam itu merupakan produk yang nyaris Zero Waste, sama menakjubkannya dengan proses membuat motif tenun langsung dari dalam kepala disalurkan melalui tangan dan dijalin dengan ketekunan, ketelitian dan kesabaran di atas alat tenun tak bermesin. Dan suara ketukan alat tenun mengalun syahdu di tengah padang savana.

Masih ada kesempatan mendaftarkan diri untuk mengikuti Jelajah Tanahumba. Pendaftaran dibuka sampai dengan tanggal 30 Juni 2018. Pendaftaran dan pembayaran bisa dilakukan secara daring (online) melalui situs www.adventurefestival.id

Harga paket perjalanan setiap kategori trip dibandrol Rp 4,5 juta per orang. Harganya sudah termasuk tinggal di homestay (Non-AC), tenda untuk camping, dan menginap di hotel pada hari terakhir; sarapan, makan siang dan malam selama perjalanan; transportasi lokal seperti yang ada di dalam rencana perjalanan (itinerary); tiket masuk ke obyek-obyek; air mineral, masker, dan kaos. Namun tidak termasuk tiket pesawat PP ke Sumba, Airport Tax, tips untuk porter dan pemandu, asuransi perjalanan, dan pengeluaran pribadi.

(E-Poster:Adventure Festival/Way 2 East)

(E-Poster:Adventure Festival/Way 2 East)

“Jelajah Tanahumba pertama kali diselenggarakan pada tahun 2016. Jadi ini sudah berjalan selama tiga tahun. Pendaftarannya dibuka sampai dengan akhir Juni, jadi tanggal 30 paling lambat. Daftarnya bisa secara online dan pembayarannya bisa dicicil,” begitu Adi Gerimu, CEO Adventure Festival, menerangkan di sela-sela aktivitasnya di NHI Travel Mart 2018. Adi juga pendiri PT Way2East.

Event tahun ini ditargetkan bisa menarik hingga 200 peserta. Event ini terbuka bagi warga negara Indonesia maupun warga negara asing.

Kalau tidak sempat mengikutinya, masih ada kesempatan lain yakni Adventure Festival pada 27 Oktober hingga 3 November 2018. Tahun ini dinamakannya Festival 3 Gunung dan Lembata menjadi tuan rumah penyelenggaraan untuk kedua kalinya. Adventure Festival 2018 akan memasuki tahun kelima sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 di Lembata.

Adventure Festival dan Jelajah Tanahumba merupakan gabungan dari beberapa kegiatan petualangan yang diorganisasikan oleh Way 2 East dan dijual oleh mitra-mitra agen perjalanan.

Pohon mangrove di pantai Walakiri,Sumba Timur memberi sentuhan artistik dan tidak biasa.(Foto:YD)

Pohon mangrove di pantai Walakiri,Sumba Timur memberi sentuhan artistik dan tidak biasa.(Foto:YD)

“Festival-festival ini kita adakan guna membangun komunikasi di Sumba. Sedangkan Way 2 East membantu dengan memasarkan dan mempromosikannya. Saya sendiri asli dari Alor tapi dibesarkan di Sumba,” kata Adi.

Saat ini Sumba memang jadi destinasi impian bagi para petualang. Dengan keterbatasan infrastruktur, fasilitas, aksesibilitas dan alat transportasi, serta sumber daya manusia di daerah merupakan bahan bakar pemantik adrenalin bagi mereka yang selalu haus mencari tempat-tempat yang masih murni, belum banyak dikunjungi (less traveled), dan jauh dari hiruk-pikuk kunjungan massal turis.*** (Yun Damayanti)

LEAVE A REPLY